Bisnis Sampingan Jual Pulsa
Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Inspirasi bagi yang ingin memulai usaha mandiri

Inspirasi diambil dari oasemulim, semoga bisa bermanfaat bagi semua kalangan tidak hanya buat kaum muslim saja. Tiada salahnya untuk mengambil hikmahnya dalam inspirasi kali ini. 
 
Nabi shallahu ‘alaihi wasalam mengajarkan, betapapun seorang muslim berada pada titik yang kritis demikian, hendaknya ia tetap berdaya dan menjaga kehormatannya, dengan menghindari perilaku meminta-minta.

Dari Anas bin Malik ra bahwa ada seorang lelaki Anshar datang menemui Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan dia meminta sesuatu kepada Nabi shallahu ‘alaihi wasalam. Nabi pun bertanya kepadanya,”Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?”

Lelaki itu menjawab,”Ada. Dua potong kain, yang satu dikenakan dan yang lain untuk alas duduk, serta cangkir untuk minum air.”

Nabi shallahu ‘alaihi wasalam berkata,”Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu datang membawanya. Nabi pun bertanya, ”Siapa yang mau membeli barang ini?”

Salah seorang sahabat beliau menjawab,”Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.” Nabi saw bertanya lagi, ”Ada yang mau membelinya dengan harga lebih?” Nabi saw menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat beliau berkata,”Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.”

Maka Nabi shallahu ‘alaihi wasalam memberikan dua barang itu kepadanya dan mengambil uang dua dirham itu serta memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut seraya bersabda,“Belilah makanan seharga satu dirham dengan uang itu, dan berikanlah kepada keluargamu. Dan sisanya belilah sebuah kapak dengan satu dirham, dan bawa kapak itu kepadaku!”

Ia pun melakukan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah memasang gagang pada kapak tersebut dengan tangannya kemudian bersabda, “Pergilah dan carilah kayu bakar, lalu juallah. Jangan kembali kepadaku setelah lima belas hari.”

Lelaki Anshar itu pun melaksanakan perintah nabi kemudian datang lagi dengan membawa sepuluh dirham. Sebagian hasilnya ia belikan baju dan sebagian lagi ia belikan makanan.

Rasulullah bersabda kepadanya, “Usaha itu lebih baik bagimu daripada engkau datang dengan noda hitam di wajahmu pada hari Kiamat disebabkan meminta-minta. Meminta-minta hanya boleh bagi tiga macam orang (yaitu): orang yang sangat fakir, orang yang terkena denda yang sangat berat, atau orang yang dibebani diyat (tebusan) yang menyulitkan.” (Takhrij Imam Ibnu Hajar al-Asqalani r.hu, Kitâb Targhib wa Tarhib, hadits nomor 240).

Dari riwayat di atas, kita bisa memetik pelajaran, bahwa salah satu solusi yang diajarkan Nabi shallahu ‘alaihi wasalam untuk memperbaiki taraf hidup yaitu dengan membuka usaha yang produktif. Dan untuk mendukung itu, yang dibutuhkan adalah alat produksi.

Pada kasus yang umum, biasanya modal menjadi kendalanya. Pada hadits ini kita bisa belajar, bahwa seseorang yang terbentur permasalahan modal untuk memulai suatu usaha, bisa mengatasinya dengan jalan menjual barang apapun yang dimiliki, dan menukarnya dengan alat produksi.

Langkah ini menjadi prioritas yang bisa lebih dulu ditempuh sebagai tindakan preventif untuk menghindari alasan-alasan panjang yang bisa memperdaya seseorang ingin dibelaskasihani, atau mengulur-ngulur waktu, apalagi sampai terjerumus meminta-minta. Dan notabene, sebagaimana kita ketahui bersama, dewasa ini pun tidak gampang memperoleh suatu pinjaman yang bersih dari unsur riba.

Demikianlah pelajaran berharga sebagaimana diajarkan oleh Nabi shallahu ‘alaihi wasalam. Untuk memulai, risiko dan kendala tentu akan selalu ada. Yang demikian itu sudah pada lazimnya. Insyaallah, jika seseorang memang memiliki kemauan, kesabaran dan ketekunan dalam melakukannya, semua itu bisa terlewati dan teratasi.

Menegakkan nafkah keluarga adalah mulia. Menjaga nafkah tersebut dari unsur-unsur yang terlarang merupakan jalan ibadah bagi seseorang yang memiliki sikap tunduk kepada Rabbnya. Karenanya, jenis usaha apapun yang kita rintis, yang menjadi pilar utama adalah nilai halalnya.

Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa memberikan kelapangan rizki dari segala jenis usaha yang kita jalankan, mendekatkan kita kepada segala yang halal, serta melindungi kita semua dari kefakiran dan kekufuran. Wallahu a’alam bishawab. (Abu Alif Alfatih) oasemuslim






Tips Mengatur Keuangan dari Penghasilan dengan Mudah

MEDIA BISNIS ONLINE-Mengatur keuangan memang hal yang susah – susah gampang. Terkadang saat kita sudah berkomitmen untuk dapat mengatur keuangan dari gaji yang kita peroleh setiap bulannya, kita juga akan mudah tergoda oleh keinginan yang sebenarnya tidak penting. Oleh sebab itu, bagi siapapun yang telah memiliki gaji juga harus mampu mengatur keuangan dengan tepat, agar antara pemasukan dan pengeluaran bisa seimbang dan tidak merugikan. Dan dibawah ini cara sederhana yang bisa kita lakukan.

1. Mengasah keterampilan

Seorang yang sudah bekerja dan menerima sebuah upah dari upaya menghasilkan sesuatu juga harus memiliki keterampilan dalam mengatur keuangan. Gaji yang diterima setiap bulannya harus mampu diatur dengan baik. Sekalipun ia adalah orang yang tidak dapat mengatur uang sebelumnya, namun setelah menerima gaji pertama ia sudah harus mampu mengatur keuangannya sendiri. Salah satunya yaitu memiliki daftar kebutuhan dan tabungan.

2. Membuat skala prioritas kebutuhan

Setiap orang memiliki list atau daftar kebutuhan yang berbeda – beda. Kebutuhan ini tergantung dari banyak hal, seperti jenis kelamin, lingkungan tempat tinggal/tempat kerja, jenis pekerjaan dan lain sebagainya. Seorang karyawan harus mampu dan selalu menuliskan apa saja daftar kebutuhan yang harus mereka penuhi setiap bulannya. Setiap kebutuhan dan keinginan memiliki sesuatu harus dituliskan dengan jelas. Ini akan membantu mereka dalam membuat prioritas kebutuhan.
Setiap orang yang benar akan lebih mengutamakan memenuhi kebutuhannya daripada hanya sekedar memenuhi keinginan yang sebenanrya masih bisa ditunda. Kebutuhan setiap bulan seorang karyawan harus terpenuhi, terlebih ketika ia adalah seorang perantauan atau anak kos. Ia harus memiliki daftar kebutuhan apa saja yang harus ia penuhi selama sebulan kedepan. Biasanya seorang peratauan akan lebih selektif dalam memilih dan menentukan kebutuhannya. Tapi tida menutup kemungkinan bahwa ada juga yang tidak terlalu memusingkan apa yang harus ia dahulukan. Dan semua karyawan atau pekerja memang harus bijak dalam mengatur keuangannya.

3. Melakukan perhitungan yang tepat

Setelah menentukan apa yang harus dipenuhi dalam satu bulan, seorang karyawan harus mampu melakukan perhitungan yang tepat untuk apa saja yang ia beli. Buatlah sebuah daftar kebutuhan dan kewajiban yang harus dipenuhi dalam satu bulan kedepan, seperti biaya sewa kamar untuk seorang karyawan yang kos, biaya makan dalam seharinya, biaya transportasi ke tempat kerja dan lain sebagainya. Biaya – biaya pokok seperti ini harus dibuat perinciannya dengan tepat. Tidak lupa kita mencantumkan seberapa besar kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan pendukung lainnya.
Dalam menuliskan perhtungan ini, kita juga harus mencantumkan biaya lain – lain. Ini berfungsi ketika ada sebuah kejadian atau peristiwa yang tidak terduga oleh kita, seperti musibah sakit atau kecelakaan. Kita juga harus mempersiapkan biaya untuk kebutuhan mendadak tersebut. Jangan ragu untuk menyisihkan gaji Anda untuk menabung.

4. Jangan lupa investasi

Begitu pentingnya menabung atau investas, karena ini merupakan usaha kita dalam memiliki uang dan memenuhi kebutuhan dengan lebih mudah. Setiap gaji yang kita terima setiap bulannya tentu sudah dipisahkan antara kebutuhan dan keinginan. Yang paling penting lainnya adalah keharusan kita untuk menabung. Memiliki simpanan atau investasi dalam berbagai bentuk harus kita miliki. Seperti uang di bank, perhiasan atau emas, hingga rumah. Ini akan menjadi simpanan yang sangat berguna bagi siapapun. Kita juga disarankan untuk memiliki setidaknya 2 rekening di bank, yang satu untuk menerima gaji, dan yang satu untuk menabung. Untuk tabungan sebaiknya benar – benar dipisahkan dengan kebutuhan.

5. Jangan terlalu hemat

Menabung memang mengharuskan kita mengatur dan memanage uang dengan bijak. Tapi itu bukan berarti kita harus berhemat secara berlebihan. Karena saat kita memaksakan diri dan menutup diri untuk tidak memiliki sesuatu yang kita inginkan itu akan buruk bagi diri kita sendiri. Hemat boleh – boleh saja, tapi tetap harus mengutamakan kenyamanan diri kita. Ini juga yang mengharuskan kita untuk dapat membandingkan setiap pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya. Akan nyaman bagi kita memenuhi keinginan ketika kita memiliki pemasukan tambahan.
Selamat mencoba :)

Tips Solusi Bangkit dari Kegagalan dalam Bisnis


Tips Bisnis Online-Banyak orang yang langsung kapok saat gagal dalam bisnis. Bahkan dia kapok dengan semua bisnis, menganggapnya semua penipuan. Dia mungkin merasa aman tidak akan lagi tertipu, padahal dia jelas rugi karena melewatkan banyak peluang. Akan banyak potensi penghasilan yang dia lewatkan akibat sikap apatisnya. Sementara ada orang yang sudah berhasil mendapatkan penghasilan jutaan perbulannya, dia sendiri merasa aman dan tidak mendapatkan apa-apa. Apakah ini sikap yang cerdas? Melewatkan peluang hanya karena kegagalan atau segelintir oknum?



Yang namanya melakukan bisnis, tentu tidak mungkin luput dari kegagalan. Mulai dari pebisnis kecil sampai ke konglomerat, tentu ada kalanya akan mengalami kegagalan. Karena itu tidak perlu takut dengan kegagalan. Gagal adalah hal yang biasa dalam berbisnis. Yang penting kita belajar bagaimana cara bangkit dari kegagalan bisnis.
Berikut ini beberapa tips yang kiranya dapat membantu Anda untuk bangkit dari kegagalan bisnis:

1. Anggap kegagalan sebagai proses pembelajaran
Meskipun kegagalan terasa menyakitkan, namun darinya kita dapat memperoleh pelajaran-pelajaran yang berharga. Dari gagalnya bisnis Anda, minimal Anda jadi tahu hal-hal apa yang sebaiknya tidak dilakukan. Insting bisnis Anda juga akan makin terasa untuk membedakan mana bisnis yang prospeknya bagus dan mana yang tidak. Hal-hal ini akan membantu Anda untuk mencapai keberhasilan di masa yang akan datang.

2. Miliki sikap pantang menyerah
Gagal itu biasa. Namun masalahnya, kegagalan seringkali membuat orang berhenti di tengah jalan. Mereka memutuskan untuk menyerah dan tidak lagi berbisnis. Hal ini sangat disayangkan karena bisa jadi mereka akan berhasil di usaha yang berikutnya. Dengan berhenti di tengah jalan berarti mereka menutup peluang keberhasilan yang bisa jadi sudah cukup dekat. Karena itu Anda harus memiliki sikap pantang menyerah. Kalau bisnis Anda belum berhasil, beranilah untuk mencoba lagi.

3. Jangan ambil risiko terlalu besar
Seperti yang dibahas di atas, Anda harus memiliki sikap pantang menyerah. Namun hal ini bukan berarti Anda lantas berlaku sembrono. Anda harus menjaga jangan sampai kegagalan usaha Anda berdampak fatal pada keuangan keluarga Anda. Bagaimanapun, Anda memiliki tanggung jawab atas keluarga Anda.
Oleh karenanya, jangan mengambil risiko terlalu besar. Kalau Anda sudah terlanjur di usaha Anda yang sebelumnya, maka pastikan bahwa hal itu tidak terulang lagi di bisnis Anda berikutnya. Anda harus memastikan bahwa kalaupun gagal Anda tidak akan menyengsarakan kehidupan keluarga Anda.
Inilah salah satu alasan mengapa bisnis sampingan adalah cara yang baik untuk memulai usaha. Dengan menjalankan bisnis secara sampingan berarti Anda masih memiliki penghasilan dari pekerjaan utama Anda. Dengan demikian, kalau pun bisnis Anda gagal Anda masih memiliki pemasukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga Anda.

4. Miliki sikap yang positif
Saat terjadi kegagalan kita mudah untuk bersikap negatif. Kita akan cenderung untuk mengeluh dan mengatakan hal-hal yang negatif. Hal ini tentu tidak akan membantu Anda maupun orang-orang di sekeliling Anda. Karena itu, milikilah sikap yang positif di tengah-tengah kegagalan. Seperti diuraikan di atas, anggaplah kegagalan sebagai proses pembelajaran. Lihatlah pada hal-hal positif yang dapat Anda petik dari pengalaman ini, jangan berfokus pada sisi negatifnya. Dengan sikap yang positif, Anda akan menjaga semangat Anda dan orang-orang di sekeliling Anda.

***
Demikianlah beberapa tips untuk membantu Anda bangkit dari kegagalan bisnis. Ingat, gagal itu biasa. Milikilah sikap positif dan pantang menyerah. Niscaya keberhasilan akan menjadi milik Anda.

Motivasi Sukses Bob Sadino Orang Pintar Vs Orang Goblok